You are here:: Hidup di Jepang Sosial dan Budaya Jepang

Sosial dan Budaya Jepang

E-mail Print

Agama yang paling dominan di Jepang adalah budha. Data pada tahun 1994 mencatat pemeluk agama ini 90 juta jiwa. Agama Kristen juga termasuk agama yang banyak pemeluknya, yaitu mencapai 1.5 juta jiwa. Selain itu masih banyak agama dan kepercayaan lainnya, di antara agama-agama itu muslim diperkirakan 100 ribu jiwa. Angka itu sudah termasuk warga asing yang tinggal sementara di Jepang.

Sinto merupakan satu kepercayaan di Jepang yang telah ada sejak zaman dahulu kala. Sinto merupakan kepercayaan yang menekankan bahwa alam ini memiliki kekuatan, seperti sungai, batu, dan lain sebagainya. Pada masa sebelum Perang Dunia II, Sinto merupakan agama resmi negara. Namun saat ini tidak lagi. Kepopulerannya dikalahkan Agama Budha. Walaupun demikian、identitas agama di Jepang sudah sedemikian pudarnya sehingga kebanyakan orang Jepang merayakan kelahiran di kuil Sinto, pernikahan di gereja, dan upacara kematian di kuil Budha.

Salah satu budaya Jepang yang masih menunjukkan bahwa mereka belum melupakan adat istiadatnya adalah banyaknya festival-festival yang diadakan. Yang terbesar antara lain adalah festival Tanabata dan festival Bon. Pada saat festival seperti ini semua orang berkumpul di lapangan atau pun jalan-jalan dan bergembira sambil menari dan minum-minuman keras. Yang terakhir ini pun termasuk budaya Jepang yang turun-temurun dari dahulu kala.



Share artikel ini di berbagai situs jejaring sosial: