You are here:: Kabar PMIJ Menimba Ilmu dari Mereka, Mengapa Mereka Memilih Islam (2)

Menimba Ilmu dari Mereka, Mengapa Mereka Memilih Islam (2)

E-mail Print

Setelah istirahat shalat Dzuhur dan makan siang, acara talkshow "Mengapa Aku Memilih Islam" dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang muncul dari peserta selama sesi tanya jawab.

Pertanyaan: Bagaimana cara berdakwah/mengajak yang baik kepada orang Jepang?

Aisya: Orang Jepang banyak yang tidak tertarik pada agama sejak awal, jd mungkin kalau ingin mengenalkan Islam pd org Jepang, bukan dgn berawal dari Islam dan Allah, tp dari menunjukkan bhw Islam tidak terpisahkan dari kehidupan. Saat saya pergi ke masjid, saya merasakan atmosfir yg sangat berbeda. Semua dilakukan bersama-sama, seperti makan bersama..

sedangkan orang Jepang, meskipun berteman, tapi pada akhirnya pulang ke rumah masing2 dan makan sendiri2. Kebersamaan itu sgt sy rasakan.

Aisha: tempat saya belajar sekarang kebanyakan orang Budha. Menurut saya sebagai org Islam merasa wajib menunjukkan keIslaman saya, karena semua org mengamati. Tunjukkanlah Islam itu apa, tunjukkan kebaikan Islam. orang jepang sebagian besar tidak punya image yang baik ttg agama, jadi pertama kali yang bisa kita lakukan adalah menjalankan agama dengan baik kepada mereka. kita juga bisa menjelaskan lewat ajang2 kumpul makan,dll. saya kadang merasa sedih melihat teman2 saya yang masih dalam beragama budha, saya berpikir apa yang bisa kita lakukan. dan teman2 saya itu mulai bertanya ttg kenapa saya masuk Islam, saya kadang berbicara dengan mereka. dan saya ingin menunjukkan kebaikan islam kepada mereka.

Mustafa: setiap orang berbeda2, dan tidak ada cara yg plg tepat, itu semua tergantung oleh orang tersebut. Tapi Islam mengajarkan bahwa kita tidak boleh sangat membenci seseorang, tetapi menjadi teman dari semua. Ada keinginan untuk mengajak teman kita ke surga. Untuk orang jepang yg paling penting adalah bukan dgn berbicara saja, tapi dgn aktivitas baik. Krn orang Jepang sgt menganggap tindakan, perbuatan, oleh karena itu menunjukkan sikap muslim yg baik dalam kehidupan sehari-hari adalah cara yg tepat untuk berdakwah.

Said: ketika sy menjadi muslim, teman2 saya terkejut dan mulai bertanya2 ttg Islam, sepertinya memiliki ketertarikan dgn Islam dgn sendirinya. Dgn saya menjalankan ajaran2 Islam sprti shalat, berpuasa, mereka pun bertanya ttg itu dan saya punya kesempatan utk menjelaskan Islam. Ada cara lain jg dgn mengundang teman kita makan, lalu saat waktu shalat kita izin utk shalat, maka mereka akan tertarik & ingin tahu ttg Islam. Agama Islam adalah agama yg mengatur segala aspek kehidupan, dgn demikian cara terbaik dgn menjalani kehidupan dgn dasar Islam.

Pertanyaan: Bagaimana Anda menyikapi ibadah wajib Islam yg menggunakan bahasa Arab? Karena bagi orang Jepang, pronounciation bahasa Arab sangat susah.

Said: ya, memang bagi saya sangat susah melafalkan b.Arab, jadi saya pertama belajar dgn membaca lafal bacaannya yg ditulis dgn katakana.

Mustafa: mengingat huruf2 b.Arab tidak terlalu sulit, tapi kalau dari tata bahasa, memang sulit. tetapi memang lafal b.Arab yg tidak ada di b.Jepang sangat banyak. Dengan banyak mendengar berulang2, saya belajar mengikuti bacaannya.

Aisha: dibanding Prancis, b.Arab lebih mudah pelafalannya.. saya juga pernah ikut kelas b.Arab di universitas. saya juga belajar dgn banyak mendengar dan membaca pelafalannya dalam huruf alfabet.

Aisya: di katakana banyak pelafalan b.arab yg tdk bisa ditulis dgn tepat, jadi menurut saya lebih baik membaca dari alfabet. saya melihat anak saya lebih cepat belajar dari mendengar, jadi saya juga sepakat bahwa dgn mendengar pelafalannya langsung, bisa lebih mudah belajar & mengingat.

Pertanyaan: Kenapa memilih nama Islam yang saat ini?

Aisya: saya memilih nama ini bukan saat berislam, tapi saat akan menikah, karena dibilang bahwa lebih baik mengambil nama islam. saat itu saya diberikan beberapa pilihan, tapi saat itu saya masih belum banyak tahu ttg arti nama2 ini. Nama aisya saya pilih karena dekat dgn nama asli saya Ayako. Keluarga juga senang dgn pilihan ini. (Aisha-san menikah di Pakistan, sehingga disarankan utk memilih nama Islam)

Aisha: saat akan mengucapkan syahadat, imam masjid memilihkan untuk saya. ^__^

Mustafa: ketika saya menjadi muslim, saya punya teman baik orang maroko, sebaiknya kamu punya nama islam, untuk berhubungan dengan muslim lainnya. kemudian teman itu menawarkan beberapa nama, dan akhirnya saya sangat tertarik dengan mustafa.

Said: memperoleh nama dari orang yang sama dengan mustafa-san. dan kedua kali ketika saya ke masjid, akhirnya orang itu menamakan saya said.

Pertanyaan: (dari audiens orang Jepang yang sedang belajar Islam) Bagaimana sikap anda setelah memeluk Islam dengan budaya Jepang yang berbau spiritual seperti perayaan obon, hatsumode, dll?

(obon = upacara kematian, mengikuti istiadat budha; hatsumode = mengunjungi kuil saat tahun baru)

Mustafa: saat upacara kematian, semua keluarga berkumpul, dan biksu memimpin acara itu. tentunya kalau tidak ikut melakukan itu akan dianggap sangat tidak sopan, dan hati saya pun menolak. Tetapi saya percaya Allah melihat hati kita, demi utk tidak melukai ikatan dgn keluarga, saya hanya sekedar menghadiri saja.

Said: saya sedikit beruntung karena ibu saya juga tidak terlalu menyukai adat2 jepang seperti itu sehingga tidak pernah menghadirinya, jadi saya pun mengikuti ibu saya dan tidak hadir juga.

Aisha: saya cukup kesulitan karena tempat saya belajar adalah organisasi orang budha, belum ada yg tahu saya masuk Islam saat tiga bulan yg lalu. Seperti Mustafa-san, hati saya menolaknya, tapi saya terpaksa menghadiri acara2 tersebut. Saya berdoa semoga setelah ini dikuatkan utk tidak melakukannya lagi.

Aisya: keluarga saya beragama kristen, jadi yg saya khawatirkan adalah natal. anak saya yg berusia 2 tahun pun sudah tahu istilah "christmas" dan mengucapkan "merry christmas" dan bernyanyi2, karena pengaruh TV dan lingkungan. Keluarga saya pun tiap natal ke gereja. Saya berusaha memberikan pengertian pd anak saya. Ketika ziarah, saya ikut pergi ke makam ayah & nenek, tapi berdiri di bagian belakang dan berdoa dgn cara Islam, dan ikut berusaha menjaga makam agar tidak kotor & terjaga. Saat ada upacara, saya selalu izin duluan dan bisa dimengerti oleh yang lain.

Pertanyaan: Kita (orang Indonesia) kebanyakan Islam dari kecil karena orangtua. Saat berpisah dengan orangtua dan dikelilingi orang-orang nonmuslim, kadang ada keraguan datang, apakah Islam adalah agama yang benar, apakah Allah benar-benar ada. Sedangkan para narasumber kita mempelajari berbagai macam agama dan akhirnya memilih Islam. Apakah kita juga perlu mempelajari agama lain? Dan bagaimana agar hati ini yakin pada Islam?

Aisya: jika diumpamakan, kami org jepang yg tidak pernah tinggal di luar negeri, tidak mengerti bagaimana senang/susahnya tinggal di negeri orang. demikian juga teman2 yg sudah islam sejak kecil, mgkn semua sudah menjadi 'biasa' dan tidak memahami esensinya. saya rasa belajar lebih dalam ttg islam, termasauk belajar jg ttg agama lain, bisa membuat keyakinan kita lebih kuat dan juga lebih mudah membuka percakapan dgn orang lain ttg agama.

Aisha: sangat baik belajar ttg agama lain jg, shg kita bisa semakin percaya bhw agama islam adalah agama yg benar.

Said: kalau coba mempelajari agama lain, kita akan sadar bahwa semua jawaban atas pertanyaan2 hidup ini bisa dijawab oleh Islam.

Mustafa: Islam ataupun bukan islam, sebagai manusia kita harus memilih bagaimana kita menjalani hidup. Tentu saja sebagai pengetahuan, baik juga untuk belajar agama lain, tapi tentu yang paling utama adalah mempelajari tentang Islam, as our way of life.

(photo credit to: Reisha Humaira)



Share artikel ini di berbagai situs jejaring sosial: