You are here:: Kabar PMIJ Reportase Mentari Berseri Versi Haru 2011

Reportase Mentari Berseri Versi Haru 2011

E-mail Print

Assalamu`alaikum warahmatullah wabarakatuh

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah Rabb Semesta Alam. Atas izin dan kehendak-Nya acara Mentari Berseri edisi Haru “Menjadi Sakura di Negeri Sakura” yang diadakan oleh Komite Keputrian PMIJ bekerjasama dengan Departemen Keputrian KAMMI Jepang, Selasa 3 mei 2011 berlangsung lancar.

Acara mentari berseri kali ini diikuti oleh kurang lebih 30 peserta dan dihadiri bukan hanya para kouhai-tachi yang baru dating, tapi juga dihadiri oleh banyak senpai dari yang keberadaannya di Jepang masih hitungan tahun sampai yang sudah belasan tahun (daisenpai).

Acara dimulai pukul 10.30 JST, diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran Qs. Ali imran:102-106 beserta sari tilawahnya. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan peserta yang dikemas dengan menarik, dimana setiap peserta disuruh membuat perkenalan diri dalam bentuk pantun berirama. Di sesi perkenalan ini, walau memakan waktu yang lumayan lama karena peserta diwajibkan menggunakan otaknya untuk berfikir, sesi ini menjadi sangat berkesan karena kelihaian peserta dalam bermain kata-kata yang sering mengundang tawa peserta lainnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Materi pertama tentang Motivasi diri yang dibawakan oleh Teh Sholi. Pada materi ini, para peserta kembali diingatkan kembali apa-apa saja motivasi dirinya datang ke Jepang sehingga tertanam kembali rasa aman dalam diri serta rasa percaya diri saat menimba ilmu di negeri yang minoritas muslim seperti jepang ini. Selain itu, Teh Sholi bercerita tentang pengalaman pribadinya dalam menghadapi berbagai tantangan sebagai seorang muslimah di Jepang terutama bagi para pelajar sambil disisipi pengalamannya yang saat ini merupakan salah seorang pegawai di perusahaan Jepang.

Setelah sesi pertama selesai, dilanjutkan dengan istirahat, sholat dan makan, kemudian disambung dengan games dan pembagian kelompok peserta. Di games kali ini, karena peserta merupakan siapa saja yang baru datang ke jepang 2 tahun kebelakang, sehingga lebih dari setengah peserta acara merupakan peserta game tersebut. Peserta game dibagi menjadi 2 kelompok, disana tiap kelompok harus memecahkan suatu poin permasalahan dan dipresentasiskan dalam bentuk drama kecil di depan sisa peserta lainnya yang juga menjadi juri game tersebut.

Setelah game selesai, pesertapun disegarkan dengan sesi musik. Disini 5 orang akhwat membawakan 2 buah nasyid dan diakhir nasyid peserta dikagetkan dengan seorang bintang tamu yang merupakan musisi muslimah di Jepang, Mba Miki Salma. Pada sesi ini, Mba Miki memperkenalkan sambil memperdengarkan CD yang dibuatnya sendiri, sekaligus mengundang para peserta acara untuk turut hadir dalam konser amalnya dalam rangka penggalangan dana yang akan disumbangkan untuk pembangunan masjid Meguro dan bencana alam di Jepang beberapa saat yang lalu.

Setelah peserta puas dengan games dan nasyid, Sesi kedua-pun dimulai. Pada sesi ini, Mba Linda, yang merupakan daisenpai saat itu, mensharing pengalaman- pengalamannya selama di Jepang kepada kouhai-tachi. Di sesi ini, Sambil  mba Linda bercerita pesertapun aktif bertanya tentang berbagai hal yang ingin mereka ketahui, antara lain, bagaimana cara menjaga shalat, menjaga makan, sampai hubungan dengan orang Jepang. Alhamdulillah, Sedikit banyak pengetahuan peserta pun bertambah.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Mba Ina dan foto bersama. Setelah serangkaian acara selesai, semua peserta bergotong-royong membereskan ruang acara sehingga sesi beres-beres terasa ringan dan cepat selesai. Dari sini juga, keukhuwahan yang telah terbentuk dari acara yang telah berlangsung tadi terasa semakin indah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya’. (HR. Muslim)



Share artikel ini di berbagai situs jejaring sosial: