
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah Rabb Semesta Alam. Atas izin dan kehendak-Nya acara Survival cooking II “Tanoshiku Oishiku Obentou O Isshoni Tsukurimashou” yang diadakan oleh Komite Keputrian PMIJ, Minggu 26 Juni 2011 berlangsung lancar. Awalnya pendaftar berjumlah sampai 22 orang, akan tetapi ada bebepara peserta yg mempunyai keperluan mendadak sehingga tidak berkesempatan hadir. Akhirnya total yang datang ke acara berjumlah 17 orang.
Acara agak sedikit terlambat dimulai karena sebelum dimulai pun peserta sudah bersemangat mempersiapkan bahan dan perlengkapan masak, sehingga secara formal, acara dibuka telat 45 menit dari jadwal utama. Setelah dibuka dan dibagi-bagi kelompok, peserta langsung menuju ke kelompoknya masing-masing dan memulai perkenalan dengan teman sekelompoknya (karena banyak yang baru kenal di tempat ^_^). Sang Chef (Mbak Melia) langsung berkeliling memberikan aba-abanya untuk mulai memotong-motong sayur (wortel, timun dan Kol) dan peserta-pun memulai resep pertamanya “Acar Jepang” sambil di selingi membumbui ayam tandori yang dinanti-nanti sebagian peserta.
Selain Sang Chef (Mbak Melia) ada satu lagi Chef terselubung yang menjadi Peserta (Mbak Dhita) yang juga membagi ilmu-ilmunya tentang dunia masak memasak. Selain itu, Mbak Dita juga mempromosikan “BUMBU KARE JEPANG HALAL” (mungkin yang pertama di Jepang). Selain dipromosikan, kare-pun menjadi menu tambahan hari ini.

Setelah menu Acar Jepang jadi, langsung saja disimpan di kulkas agar meresap lebih dalam. Selanjutnya, sang ayam tandori yg sudah ditusuk-tusuk dengan garpu agar bumbu kare meresap-pun menyusul sang acar ke kulkas untuk didiamkan sejenak. Dari situ mulai-lah peserta membuat menu ketiga kimchi omlete. Walau ada beberapa peserta mengakui kurang menyukai kimchi, ternyata rasa kimchi omlete ini cukup sedap bahkan bagi yang kurang suka kimchi (memang begitulah nikmat makan bersama ^_^). Setelah itu, langsung saja, sang ayam yang telah beristirahat siap digoreng dan omlete pun mengikuti jejak sang ayam di wajan sebelahnya.
Acara memasak sangat menyenangkan, karena sambil masak peserta yang baru kenal saling berbagi cerita masing-masing mulai dari kedatangan ke jepang sampai kehidupan di Jepang. Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00, tak terasa waktu berlalu, bau masakan sudah menyelimuti ruangan, akan tetapi, shalat zuhur yang belum terlaksana wajib dilakasanakan. Para peserta beristirahat sejenak, dan bergantian mengambil wudhu dan shalat berjamaah.
Selesai Shalat, melihat nasi dan lauk-lauk sedap yang sudah matang, langsung dimulailah salah satu acara utama hari itu “Makan”. Bahkan sambil menyantap masakan yang dibuat, peserta yang aslinya memang para perempuan yang gemar ngobrol, memulai obrolannya sambil menyantap makanannya. Karena jumlah lauk yang lebih banyak dari perkiraan. Maka diputuskan tiap peserta selain makan ditempat juga membuat bento masing-masing dengan kotak bento yang telah disediakan panitia. Selesai makan, langsunglah sang Dessert yang belum terhiasi, kita hias dan makan ditempat.
Sesudah makan, Acara Tausiyah yang sempat terundur karena makan-pun dimulai. Para peserta mulai duduk mengelilingi Teh Sholi sebagai nara sumber hari ini. Di tausiyah ini, Teh Sholi membahas suatu buku tentang Halal dan Haram. Teh Sholi menjelaskan beberapa prinsip Halal dan Haram menurut buku tersebut. Tausiyah berlangsung seru dan bahkan memakan waktu lebih lama dari jadwal awal karena banyakny pertanyaan dari peserta terutama para peserta yang baru datang di jepang tahun ini. Selesai Tausiyah, Acara pun ditutup dengan Doa penutup majlis dan Acara terakhir beres-beres bergotong-royong-pun dimulai. Beberapa peserta yang memiliki urusan lain pun berangsur-angsur pulang. Di tengah-tengah beres-beres, walau jumlah peserta tinggal sekitar setengahnya, session photo bersama yang sempat terlupakan dilaksanakan.
Booklet acara survival cooking kali ini yang berisi resep serta info halal-haram bisa di-download di sini:
Booklet Survival Cooking II "Tanoshiku Oishiku Obentou O Isshoni Tsukurimashou"
“Makanlah apa yang telah dikurniakan Allah kepada kamu daripada benda yang halal lagi bersih. Bersyukurlah dengan nikmat-nikmat Allah jika kamu benar-benar menyembah Allah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan kepada kamu memakan bangkai, darah, daging babi dan binatang sembelihan bukan kerana Allah. Maka, sesiapa yang di dalam keadaan yang terpaksa memakannya, sedang dia tidak sengaja dalam mencarinya, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.”
Q.s An-Nahl, ayat 114-115
Reportase Acara Survival Cooking II

