Teruntuk Ayahanda tercinta
Di hadirat-Nya
Ayah, apa kabar? Sudah sangat lama Anden tidak bertemu ayah. Ayahsehat kan?
Ayah, suratini Anden kirim sebagai bentuk rindu yang mendalam dari seorang anak kepadaayahnya. Tidak terasa sudah 10 tahun sejak terakhir kali Anden bisa bertemuAyah secara langsung. Tidak terasa sudah satu dasawarsa telah Anden lewatidengan Mamah dan Teteh tanpa kehadiran Ayah disini.
Ayah, banyak hal yang terjadi setelah kepergian Ayah. Ada tangis, canda, tawa,semua silih berganti Allah kirim ke keluarga kita. Setelah kepergian Ayah,Anden sangat sedih dan terpukul. Menangis, melamun. Menangis, melamun. Di saatteman-teman lain bahagia bercanda, tertawa bersama ayahnya, menghadapikenyataan ditinggal pergi ayah di usia yang masih kecil bukanlah hal yang mudahditerima. Terkadang sering Anden mempertanyakan dimana keadilan Allah yangmemanggil Ayah pada saar Anden masih kecil, masih membutuhkan teladan dan kasihsayang seorang Ayah.
Berat memang untuk dijalani. Tepi, mamah selalu ada di sisi Andenuntuk bangkit dari kesedihan ini, Yah. Mamah adalah manusia luar biasa yangdipilih Allah untuk menjadi pendamping Ayah, menjadi Ummi bagi Anden dan Tetehdalam madrasah keluarga kita. Mamah lah yang dengan segala daya dan pengorbanannyaberusaha menggatikan peran ayah demi tetap meyakinkan Anden dan Teteh makananesok akan tetap tersedia.
Sedih rasanya bila mengingat momen-momen itu. Mamah menyuruh Andendan Teteh agar tidur jam 9 supaya besok bisa segar berangkat sekolah. Padahal,Mamah adalah orang yang paling terakhir tidur, karena harus menyiapkan bahanmakanan agar esoknya bisa dijual ke tetangga sekitar. Mamah jugalah yang relamemotong waktu tidurnya untuk menyiapkan bekal untuk Anden dan Teteh sebelumberangkat sekolah. Itu semua mamah lakukan untuk mencari tambahan uang demikebutuhan bulanan Anden dan Teteh. Tulus didasarkan atas cinta seorang ibukepada putra-putrinya, tanpa keluhan sedikitpun, tanpa raut muka lelahsedikitpun. Mamah hanya tersenyum dan berkata, “Buat Mamah, yang penting Andendan Teteh bisa sekolah dan jadi orang. Sudah cukup buat Mamah.”
Pengorbanan dan kasih saying inilah yang membuat Anden tidak pernahkehilangan semangat, Yah. Ketika Anden merasa lelah dan putus asa, terbayang wajahmamah yang teduh nan syahdu, membuat anden selalu yakin bahwa ada wanitatangguh yang setiap saat siap menopang Anden, seberat apapun masalah yangdihadapi.
Ayah…. Cita-cita mamah agar Anden dan Teteh bisa lanjut sekolah,sudah terkabul. Teteh sudah lulus dan bekerja, sedangkan Anden Alhamdulillahsetelah lulus SMA mendapat beasiswa ke Jepang, sehingga tidak memberatkan mamahlagi. Memang hidup di Jepang, jauh dari keluarga bukan hal yang mudah dijalani,Yah. Anden masih sering nangis karena kangen Ayah, Mamah, dan Teteh. Tapisekarang nangisnya beda, Yah. Anden nangis rindu sama Ayah, Mamah, dan Tetehdiantara shalat Tahajud, sambil menyelipkan doa kepada Allah, agar Allah selalumelindungi Ayah, Mamah, dan Teteh.
Soalnya kata pak Ustadz, kalau nangis doang, gak akan berubah. Tapikalau nangisnya disertai doa apalagi di antara shalat Tahajud, insya Allahdoanya dikabulkan Allah SWT, Yah.
Hmmh, masih banyak yang ingin Anden ceritakan sama Ayah, tapi lainkali aja ya Yah. Pokoknya, Ayah gak usah khawatirkan Mamah dan Teteh ya. Merekatanggung jawab Anden sekarang. Anden janji akan bahagiakan 2 wanita specialdalam hidup Anden ini.
Ayah, tunggu kami sebentar disana ya. Sebentar saja kok, tidak lamahidup di dunia ini. Insya Allah, Allah akan kumpulkan kita lagi di surgaFirdaus seperti kita berkumpul di rumah dulu. Terhatur selalu doa untuk Ayahdalam setiap shalatku.
Salamrindu, dari Anakmu,
-Anden-
Teruntuk Ayahanda Tercinta

